Puasa Bukan Halangan Bagi Pemain Muslim Eropa | Mahkotabola

Agen Bola
Agen Bola
Selamat datang di Mahkotabola.com – Agen Bola Terpercaya di Indonesia
Daftarkan diri anda sekarang juga! Pendaftaran Gratis!
Apabila anda membutuhkan bantuan, segera hubungi CS kami yang siap membantu anda 24 jam nonstop
Dapatkan update info berita terbaru dari dunia Sepakbola

Puasa Bukan Halangan Bagi Pemain Muslim Eropa

MahkotaBola.com – Bulan suci Ramadhan telah tiba. Di bulan penuh berkah ini seluruh umat muslim dunia akan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Adalah kewajiban bagi setiap umat muslim untuk menahan lapar dan dahaga setiap hari. Dengan demikian, bagi yang menjalankannya maka tidak akan mengkonsumsi makanan dan minuman dari saat sahur hingga menjelang petang saat berbuka puasa. Tentu saja kondisi tubuh mungkin akan melemah karena asupan energi dari makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh akan berkurang.

Kondisi dimana tubuh akan kekurangan energy ini tidak bias dijadikan alasan bagi seorang muslim untuk mengurangi kegiatannya. Meskipun, harus menahan rasa lapar dan haus, bagi umat muslim yang manjalankan puasa harus beraktivitas seperti biasanya. Hal ini juga berlaku untuk para pemain sepakbola muslim. Puasa bukan halangan bagi pemain muslim Eropa. Beberapa pemain sepakbola profesional tetap menjalani latihan rutin setiap hari dan juga selalu siap untuk bertanding, walaupun menjalankan ibadah puasa.

Sepakbola adalah olahraga yang sangat menguras energi para pemainnya. Di dalam suatu pertandingan, seorang pemain harus mampu bergerak dalam waktu 90 menit. Selama 90 menit tersebut, seorang pemain sepakbola harus berlari, menendang, melompat, dan berbagai gerakan lainnya yang tentunya memerlukan energi yang besar.

Banyak pemain sepakbola profesional di Eropa yang menjalankan ibadah puasa. Sebut saja Samir Nasri, gelandang Manchester City, Franck Ribery pemain andalan Bayern Munich, dan salah satu pemain top yang pernah membela Sevilla, tetapi kini telah pensiun yakni Frederick Kanoute. Lalu muncul pertanyaanm bagaimana mereka sebagai pemain sepakbola di klub-klub Eropa yang level permainan mereka tentu sangat tinggi mampu tetap menjalankan ibadah puasanya sambil beraktivitas sebagai pemain sepakbola seperti biasanya?

Seorang ahli gizi asal Aljazair, Dr. Yacine Zerguini pernah mengutarakan bahwa hubungan antara pemain sepakbola dengan kewajiban puasanya sangat sulit dijelaskan. Menurutnya, selain kondisi fisik yang baik dari si pemain yang membuatnya mampu bertahan menjalani latihan dan bertanding, kondisi mental pemain juga berpengaruh. Meskipun tidak menerima asupan makanan dan minuman, Zerguini meyakini bahwa pemain yang benar-benar menjalankan puasanya dengan semangat percaya bahwa puasa tidak mempengaruhi kondisi tubuhnya.

Frederick Kanoute pernah mengalami hal yang sama seperti yang dikatakan oleh Dr, Zerguini. Saat dirinya masih berkarier, Kanoute yakin bahwa dengan menjalankan ibadah puasa justru membuatnya semakin kuat dalam pertandingan. Dirinya menyakini berpuasa sama sekali tidak mempengaruhi kondisi tubuhnya serta penampilannya di atas lapangan.

Beberapa ahli kesehatan memberikan saran bagaimana cara untuk mencukupi asupan makanan bagi para pemain yang berpuasa. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah jenis makanan yang dikonsumsi saat malam hari dan sahur. Para pemain harus menghindari makanan yang berkarbohidrat yang mudah dicerna oleh tubuh. Hendaknya para pemain memilih makanan yang mengandung karbohidrat yang lebih lama dicerna, contohnya gandum, jagung, dan ubi-ubian. Selain itu, untuk mengkonsumi makanan tersebut juga tidak bole sembarangan. Alangkah baiknya makanan tersebut dikonsumsi dalam porsi kecil, tetapi berulang kali mulai dari malam hari hingga pada saat sahur. Hindari mengkonsumsi makanan hanya pada saat makan malam dan sahur dengan porsi yang besar.

Pemain sepakbola yang berpuasa juga harus memperhatikan asupan minuman ke dalam tubuh. Cairan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh sangatlah penting bagi seorang pemain sepakbola. Kekurangan cairan akan berdampak pada penurunan performa hingga meningkatkan resiko cedera pada diri pemain. Seperti halnya dalam mengkonsumsi makanan, lebih baik mengisi cairan tubuh dalam jumlah yang sedikit, tetapi berulang-ulang. Selain itu, para pemain juga dapat mengkomsumsi suplemen yang mengandung elektrolit untuk menjaga kandungan cairan di dalam tubuh selama menjalankan ibadah puasa.

Dengan menerapkan saran-saran dari para ahli kesehatan, pada dasarnya ibadah puasa bukan merupakan gangguan dalam menjalakan aktivitas sehari-hari, khususnya bagi para pemain sepakbola. Seorang pemain sepakbola akan tetap mampu menjalani aktivitasnya meski dalam kondisi berpuasa. Hanya saja, memang dibutuhkan penanganan yang tepat agar bisa menjaga kondisi tubuh meski tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman di siang hari.